EQ =! IQ

Hari ini melelahkan dan saya hanya bisa mengelus dada tadi siang…. Saya gak habis pikir, seorang wanita muda nan cantik mengenakan jilbab pink bermotif bunga-bunga, seorang dokter pula!! dia mengatakan sesuatu yang menurut saya “GAK SOPAN”, ini Yogya gitu loh….istilahnya punya unggah ungguh, tata krama dalam hal bicara n bertindak…

Sejak kemaren selasa, di Gedung Diklat ada acara sosialisasi JAMKESMAS (Jaminan Kesehatan Masyarakat), kalau dulu orang lebih mengenal ASKIN/MASKIN (Masyarakat Miskin). Dari acara tersebut, diharapkan penjelasan mengenai “apa” dan “bagaimana” jamkesmas itu bisa mencapai sasaran (dokter bisa nangkep maksudnya). Ternyata oh ternyata, barangsiapa (kok kayak ayat Al-Qur’an hehe) yang mengikuti sosialisasi itu akan dapat parcel lebaran + uang 100.000….

Karena ada embel2 uang 100.000 itu, hari Selasa yaitu hari pertama sosialisasi mengalami kericuhan. Ternyata banyak dokter yang istilah waktu kita kuliah “TITIP ABSEN n TITIP AMBILIN DUIT” itupun terjadi… 1 orang menandatangani 10 orang sekaligus..!! ketika di kroscek, tanda tangan beda, beberapa dokter mengenakan jas dokter dengan nama yang berbeda, how come?? seorang dokter sampe ndak punya jas sendiri?? NDESO!!!

Dan tadi, ada seorang dokter yang memang dengan jelas-jelas menggunakan jas yang TIDAK SAMA dengan Nama ASLInya…ketika di kroscek, tu dokter mlh ngomel2 balik ke ibu2 di sebelah saya… Intinya dia gak terima ketika dituduh NGAPUSI, lha wong jelas2 tu nama di dada kanannya aja beda kok NGELES…pake bilang dia anak *****da JAKARTA?? mau dilaporin ke bapaknya?? dasar otak lum dewasa rupanya….. Dia mau anak polisi kek, mo anak petani kek yang jadi polisi kan bukan tu cewek? tapi bapaknya toh…
Yang saya nggak sampe hati, tu cewek ngancem2 ke ibu2 di sebelah saya, karena merasa yaaa mgkn ndak dipercayai… Kami ini cuma antisipasi, walau uang yang dibagi hanya 100.000 per orang….ada 10 orang saja sudah 1 juta… Pdhl yang datang RATUSAN…..gimana pertanggungjawaban kita? klo misal ada 10 “pembohong”??

Yah mbok ya, duit itu nggak usah rebutan, jujur wes..uang seberapapun jumlahnya kalo kita ndak korupsi (waktu) insyaAllah jadi daging jg kan….?pendapatan mereka sudah lebih dari cukup, untuk dapet 100.000 aja kok pake mencela orang lain…?? ngomongin panitia di “belakang” ?? ndak etis…

Mungkin otak mereka cm berisi IQ bukan EQ…..

Semoga besok lebih baik, hari terakhir sosialisasi…

9 thoughts on “EQ =! IQ

  1. ragil says:

    itu dokter-dokter memang sengaja pake perwakilan,supaya ga sampe harus terulang kasus yg mati keinjak-injak karena ngantri duwit…🙂
    ambil sisi positifnya; sesungguhnya dibalik kesulitan itu akan ada kemudahan.

  2. Noe says:

    @ragil :

    iya mas ragil, saya bukan ngomongin soal duit 100ribu semata…tapi istilahnya, unggah ungguh si dokter itu…saya mgkn ndak bisa menggambarkan omongan dia waktu itu di postingan saya…karna saya teringat wajah ibu2 sbelah saya, mesak ake🙂

  3. ragil says:

    hmm..(gimana mengemukakannya ya..)
    di bulan ramadhan ini,ada saat-saat dimana kelakuan kita mendapat balasan persis dgn yg kita lakukan di dlm hidup; sama seperti di tanah al haraam,klo pigi haji…
    jadi… renungin sendiri ah. gw bingung gimana ngungkapinnya😀

  4. Noe says:

    @ragil :

    ah bilang aja mas, saya pernah ngelakuin hal yang seperti itu di masa lampau…begitu kan maksudnya?? ngmg aja lagiii….gak usah malu….yang kenal sama saya di darat, dia tau saya🙂

    saatnya introspeksi diri🙂

  5. harry says:

    Wow mengenaskan… mudah-mudahan banyak sabar ya mbak.

    Saya titip pesan sama istri saya, nih kalau sama orang kayak begini, kamu marahi saja habis-habisan. Jangan mau terima saja. Mungkin malah kita jadi menolong dia – dengan kita amuki begitu, dia jadi terpaksa mikir. “Oh ya saya pakai jilbab, tapi kok kelakuan kalah dengan yang tidak pakai”, misalnya demikian. Dan kemudian di masa depan tidak dia ulang lagi kelakuannya tersebut.

    Anyway, kita teriak-teriak bahwa para pejabat kita koruptor. Tapi ternyata di kalangan kita sendiri melakukan korupsi juga. Alamak….🙂

  6. Noe says:

    @harry :

    iya pak harry…ya kalau orang itu memang bisa terima omongan kita? lha kalau ndak?? malah jadi ribut ditempat itu…ndak etis jg… masak 2 orang ribut ditempat seramai itu🙂 hehe…

    Yup, itu jg jadi keprihatinan tersendiri, saya gak mau munafik. tapi ngelihat di lapangan langsung…korupsi waktu ndak kalah dengan yang namanya korupsi uang…..

    Semoga kita2 yang jadi wong cilik, sepatutnya makan dari uang halal aja, bebas dari korupsi waktu dan uang🙂

    makasih dah berkunjung pak harry…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s