Antara Komunitas dan Debit

Sebelumnya karena ini menyangkut kode etik sebuah komunitas, saya tidak menyebutkan nama komunitas itu…

Awalnya saya ditawari oleh komunitas ini, mereka baru melakukan kampanye soal “global warming” di depan kantor Pos Pusat Yogyakarta. Dijelaskanlah oleh mereka secara “gamblang” tentang pemanasan global yang memicu rusaknya berbagai ekosistem di bumi dan lain sebagainya… mereka mengajak kita untuk melakukan penghijauan dan sebagainya…

Karena terburu waktu, saya minta intisari dari penjelasan mereka itu.

That’s the point,  DONASI

Well, saya fikir dengan metode transfer pun selesai. Ternyata tidak, mereka menggunakan debit… Jadi setiap bulan mereka akan melakukan pemotongan otomatis dari rekening kita, what’S!!!!

TAPI, mereka akan melakukan debit APABILA saya sudah MENGKONFIRMASIKAN secara tertulis (email) atau TELEPON ke komunitas itu, bahwa saya “IYA, SAYA AKAN DONASI sejumlah Rp. Xxx.xxx SETIAP BULAN KE KOMUNITAS ITU.” à saya tertarik donasi karena statement ini.

*enakmen langsung debit, kene nganggo mbotgawe jhe le entuk duit*

Sejak saat itu, saya TIDAK PERNAH ditanya soal “bagaimana?jadi melakukan donasi?” melalui email/telp/sms, yang dikirim ke email saya hanya soal pengetahuan global warming.

Dan ternyata, tanggal 8 Februari 2011, telah dilakukan pendebetan dari komunitas itu… Lumayan lah, 100k….

Saya telepon ke CS Mandiri 14000, dan melakukan konfirmasi. Saya fikir bisa dilakukan stop pendebitan dari komunitas lewat CS Mandiri itu, ternyata oh ternyata? Saya harus melakukan konfirmasi STOP ke Komunitas-nya dulu…. SIAAALLLLL!!!!

Sudah saya kirim email ke komunitas itu perihal konfirmasi atas debit di rekening saya, dan sekedar “mengingatkan” lagi tentang komitmen mereka.

Ini beberapa alasan kenapa saya pingin melakukan donasi :
1.       Komunitas itu bukan komunitas kemaren sore, saya lihat di websitenya kalau komunitas ini sudah memiliki banyak link di luar negeri.
2.       Komunitas ini bicara soal alam, global warming dan penyelamatan dunia. *like it*

Kecurigaan saya :
1.       Ketika kita akan donasi, kenapa harus menggunakan fasilitas DEBIT, bukan transfer yang lebih fleksibel. Fasilitas DEBIT seakan-akan sedikit “memaksa”
2.       Iya kalau jumlah-nya sesuai dengan form yang mereka ajukan (100k, 200k, dst). Lha kalau ketambahan angka ‘0’ satu aja, udah berabe kan??

Saran buat kita :
1.       Hati2 terhadap ajakan sebuah komunitas apapun untuk melakukan donasi pakai DEBIT. Jangan MAU!!!!
2.       Kalau perlu, berikan nomor rekening palsu, email palsu dan nomor handphone palsu!! *GEREGETAN GW*

Saran buat komunitas “itu” :
1.       Untuk melakukan pendebitan, sebaiknya konfirmasikan ulang kepada pihak yang memiliki rekening tersebut, jangan semena mena!!
2.       Konfirmasi dari pemilik rekening sebaiknya tertulis, EMAIL!! Bukan per telepon!! Supaya ada bukti tertulis.

Well, segini saja curcol saya… Semoga dapat dimengerti oleh khalayak,
Terbuka untuk komentar, silahkan

2 thoughts on “Antara Komunitas dan Debit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s