“Tangan Tak Sampai”, Christine Panjaitan

Nggak mau membahas judul lagu diatas, tetapi isinya.
Ini juga cuma cara pandang alias perspective semata.
Tergantung darimana si orang itu melihat berdasar kejadian-kejadian di sekitarnya…..
Duh, bahasa aku kok resmi banget yak….. Deng deng!!! #joget2girang

Gini, akuseneng sama kata2 di lagu Tangan Tak Sampai-nya mbak Christine Panjaitan ini, soalnya multitafsir *menurut beberapa orang*. Dulu waktu aku masih muda #belumkerja -red#, aku nggak begitu ngerti arti dari lirik itu (muda, bergairah dan semangat hahaha), cuma sering nyanyi2 aja….
(Duh, lagu saya kok tuir hiks).

Ini dia kata2 favorit saya :

Walau ingin hatimu memeluk gunung
Manalah mungkin tangan tak sampai
Walau ingin hatimu memetik bintang
Manalah mungkin tiada sayapmu

Biarlah yang hitam menjadi hitam
Jangan harapkan jadi putih
Biarlah rembulan di atas sana
Manalah mungkin turun kesini

Mulai kerja, aku sering tuh pakai buat #nyindir# orang2 di kantor, terutama pejabat2nya ya…. Hihi…. Berasa bahagia banget bisa nyindir2, entah mereka ngerasa atau nggak, terserah lah :))….

Kalau udah gini, bingung mau cerita dari mana…. :((

Bukannya sok tahu soal pekerjaan yang selama ini sudah dilakukan di kantor ini, tapi setiap orang yang bekerja kan berharap atau punya cita-cita biar pekerjaannya lebih baik dari waktu ke waktu, lebih efisien, efektif, tepat sasaran, fokus.

Tapi, semenjak kehilangan bapak Bos kami secara mendadak, membuat buyar segala rencana yang bakal kita lakukan *pastinya* untuk memperbaiki kerja di tahun yang mendatang. Bingung mau memulai dari mana….. :((

Walau kita punya rencana untuk melakukan hal ini itu tetapi kita ini hanya staf biasa, posisi paling dibawah untuk sebuah birokrasi pemerintah. Kita ini hanya manut / mengikuti apa perintah bos. Hanya sekedar memberi saran, bukan pemberi keputusan *apalagi ini….!!!*, #pasrah!   Niat hati memeluk gunung, tapi tangan tak sampai….

Ditambah setiap orang punya sifat, pembawaan, watak masing-masing, dan itu sampai kapanpun tidak bisa kita ubah…. Kita?? Kita merubah pembawaan kita sendiri saja sudah sulit, apalagi orang lain…. #Halooooowww……. Sadar diri, apalagi staf tentunya harus mengikuti *ritme* dari atasannya ya….. Harus bisa yang namanya fleksibel sama atasan apapun sifatnya, that’s us!! Kalo salah langkah ngikuti, bisa stop ditempat kekekekke…… \(*_^)/ , Biarlah yang hitam menjadi hitam; Jangan harapkan jadi putih

Yang agak kesel kalau pas ngerjain sesuatu tapi nggak dianggap sama seseorang….. Dan seseorang itu adalah atasan kita…. huks #kucek2rambut#. Suka nanya sama diri sendiri sih, sebenarnya beliau-beliau tahu pekerjaan kita nggak?, atau nggak mau tahu kerjaan kita??? Ih….. udah capek2 gak dianggep itu sesuatu rasanya buahahahha……Tapi gak semua atasan kayak gitu juga sih, cuma ya nggak banyak…. #nahlho….  hahaha…… Nah rembulan kan posisinya diatas tu (di langit kan?, nggak mungkin di jembatan *kecuali mbak Rembulan* xixixixi), asumsi aja rembulan adalah para penguasa, jangan berharap rembulan akan turun melihat ke para bawahan. Padahal rembulan *dalam makna asli*, menyinari bumi setiap waktu, harusnya memberi arahan, masukan setiap waktu, cari tahu tentang pekerjaan anak buahnya. Tapi itu jarang terjadi, kitalah yang ada di posisi paling bawah sebuah struktur birokrasi yang harus menjangkau sang rembulan itu…..

Maaf, jika terkesan curhat *memang!*…. Tidak ada nama yang tersebut disini, semoga tidak ada yang tersinggung.

Dan ini bukan lirik RASIS ya, tolong ya ini bukan rasis

Biarlah yang hitam menjadi hitam
Jangan harapkan jadi putih

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s